Beritawartanews.com
Bandar Lampung (9/7/2026)– Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung mencatat kinerja sektor jasa keuangan di daerah tersebut terus menunjukkan pertumbuhan positif hingga Mei 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit produktif, penguatan UMKM, serta program literasi dan inklusi keuangan.
Berdasarkan siaran pers OJK Lampung, total kredit yang disalurkan perbankan mencapai Rp114,57 triliun atau tumbuh 5,35% secara tahunan atau _year on year_. Sementara itu Dana Pihak Ketiga atau DPK tercatat sebesar Rp75,20 triliun, tumbuh 8,77% yoy. Kualitas kredit juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau NPL gross sebesar 2,73%.
Sektor produktif tetap menjadi prioritas. Dari total penyaluran kredit bank umum sebesar Rp95,34 triliun, kontribusi terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan 23,6%, disusul Perdagangan 22,2%, dan Pertanian 15,5%. Secara wilayah, penyaluran kredit paling besar terkonsentrasi di Kota Bandar Lampung dengan kontribusi 57,86% dan Kota Metro 10,43%.
Untuk mendukung UMKM, OJK mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR hingga Mei 2026 mencapai Rp4,35 triliun. Angka ini tumbuh 6,15% yoy dan telah dinikmati oleh 73.787 debitur. Tiga daerah dengan penyaluran KUR tertinggi adalah Kabupaten Lampung Tengah Rp220,10 miliar, Lampung Timur Rp140,11 miliar, dan Lampung Selatan.
Selain perbankan, sektor keuangan non-bank juga menunjukkan resiliensi. Sektor P2P Lending mencatat outstanding pembiayaan Rp1,55 triliun. Di pasar modal, jumlah investor di Lampung yang tercatat dalam Single Investor Identification mencapai 203.565 SID dengan nilai transaksi Rp3,22 triliun.
Di sisi edukasi, OJK Lampung telah menggelar 35 kegiatan literasi keuangan yang diikuti 8.315 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, petani, PKK, dan pelaku UMKM. Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD, OJK juga meluncurkan program inovatif seperti KNMP Desa Perkasa di Lampung Timur, Bank Sampah Sekolah di 5 SMA/SMK Bandar Lampung, dan Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah di dua pesantren.
“OJK optimis sektor jasa keuangan Provinsi Lampung akan tetap tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan serta menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung,” demikian penutup siaran pers tersebut.
(Red)
0 Komentar